• Call For Paper Alsinatuna
  • Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H
  • Ayo Kuliah di IAIN Pekalongan
  • GUEST LECTURER PBA 2022
  • SEMINAR NASIONAL PBA 2021 ok

Melalui Workshop Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis HOTS Jurusan PBA Kembangkan Pedagogik Calon Guru Bahasa Arab

13 Desember 2021

Jurusan Pendidikan Bahasa arab mengadakan acara Workshop pembelajaran Bahasa arab berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) bagi mahasiswa jurusan PBA semester 7. Acara workshop ini dibuka oleh Wakil Dekan I Bapak Dr. Muhammad Jaeni, M.Pd., M.Ag dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Lembaga SEAQIL adalah Program SEAMEO dalam bidang Bahasa, dan juga bentuk tindak lanjut kerjasama antara SEAMEO (Souteast Asian Ministers of Education Organization) dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).

Beliau juga berharap ada Kerjasama-kerjasama antara FTIK dengan SEAMEO seperti Field Trip atau pertukaran-pertukaran pelajar dengan mahasiswa yang ada di Asia Tenggara. Selanjutnya, Deputi Direktur Program SEAMEO QITEP IN LANGUAGE Ibu Esra Nelvi M. Siagian, M.M., M.Ed menyampaikan sudah 3 kali mengadakan kegiatan dengan FTIK yang pertama ada Kerjasama dengan jurusan tadris Bahasa inggris, yang kedua mengadakan acara lomba Storytelling Bahasa arab dan Inggris, diantaranya mendatangkan juri dari jurusan Pendidikan Bahasa Arab dan jurusan Tadris Bahasa Inggris, dan yang ketiga dalam acara pembelajaran Bahasa Arab berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Beliau juga menanggapi sambutan dari Wadek I tentang Field Trip dan pertukan pelajar, bahwa hal tersebut memungkinkan untuk diadakan pertukaran-pertukaran pelajar dengan mahasiswa Asing.

Materi workshop dibawakan oleh Direktur SEAMEO QITEP IN LANGUAGE dalam bidang Bahasa Arab Ibu Dr. Luh Anik Mayani dan Ibu Esra Nelvi M. Siagian, M.M., M.Ed (Deputi Direktur Program SEAMEO QITEP IN LANGUAGE). Sebelum memulai materi, Ibu Esra memberikan beberapa pertanyaan kepada mahasiswa, mengapa kita berada disini?, untuk apa kita berada disini?. Bisa saja kita mendapatkan 50% pendapat yang berbeda dari jumlah peserta, atau 75% mendapatkan informasi yang sama. Salah satu mahasiswa menjawab bahwa kita berada disini untuk menggabungkan konsep tiga model pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis HOTS, dan pembelajaran berbasis teks. Beliau menjelaskan bahwa selama 8 jam kedapan kita akan belajar tentang konsep pembelajaran Bahasa Arab yang akan menggunakan 3 model pembelajaran Bahasa Arab berbasis proyek, berbasis teks dengan berorientasi HOTS.

Lebih lanjut, Ibu Esra berdialog dengan mahasiswa tentang HOTS, beliau memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mencari tahu apa itu HOTS. Beliau juga menjelaskan bahwa konsep HOTS terjadi ketika seseorang memperoleh informasi baru dan menyimpannya dalam ingatan. Kemudian, informasi tersebut dihubungkan, disusun serta dikembangkan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai atau menemukan jawaban atas berbagai permasalahan. Lebih mudahnya HOTS itu adalah “apa yang anda pikirkan, anda dapatkan, anda olah, dan anda terapkan kedalam kehidupan”, ujar beliau. Konsep HOTS itu ada 3 poin, yang pertama adalah proses pemindahan (transfer), berpikiri kritis (critical thinking), pemecahan masalah (problem solving). Contoh Ketika anda menonton video TikTok, film, melalui video ada hal yang menarik, membuat sedih, marah, bahkan tergerak, disini ada proses pemindahan (transfer), setelah itu memfilter video-video yang menarik maupun tidak menarik (kemampuan evaluasi), disini terjadi proses berpikir kritis, dan mampu mengenali informasi yang didapatkan dan diterapkan dalam kehidupan dengan mempertimbangkan beberapa pertimbangkan dan putuskan, disini terjadi proses pemecahan masalah. HOTS itu penting diantaranya karena era Revolusi Industri 4.0, preferensi belajar generasi Z, paradigma pembelajaran abad ke-21, dan kecakapan abad ke-21. Beliau juga menambahkan bahwa segala pekerjaan yang berulang-ulang, teratur akan digantikan oleh mesin, robot, dan peralatan-peralatan lain yang ada kecerdasan buatan (AI), yang ada Virtual Reality dan Augmented Reality (AR), tapi tidak usah takut akan ada pekerjaan baru yang HOTS. Beliau juga memberikan beberapa saran kepada mahasiswa yang akan menjadi guru Bahasa Arab nanti, harus bisa mengetahui murid-muridnya termasuk generasi apa, dan memilih bahan-bahan ajar yang tepat dan sesuai dengan generasinya.

 

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree